Yang Muram…. Sajak Pagi

2
Sajak pagi

Berikut ini adalah kumpulan sajak-sajak pendek tentang pagi yang dirangkum oleh PesulapKata.com. Sajak Pagi ini di ambil dari karya banyak orang di Twitter. Semoga kalian suka dengan sajak muram ini.

Yang Muram…. Sajak Pagi

“Dan pagiku yang muram disapa mentarai, sepeninggal malam yang telah berlalu pergi.
— Deyde Pk

“Di sela-sla daun mahoni, pagi adalah hidup. sementara ingatan-ingatan akanmu yang masih utuh, di kepalaku”

“Tak bisa kulacak lagi jejak rindumu semalam. Hilang, Saat pagi masih menyisakan airmatanya”
— Deyde Pk

“Rasa bahagia kan datang
Dari jutaan sajak para pujangga
Doa dari bidadari
Menemani pagi penikmat sajak
Meski tak terucap dari bibir
Semua harapan dan rindumu tersampaikan tanpa jeda 
Tak kusut oleh waktu yang bergerak”
— Dani

Apa yang kau perbincangkan dengan Senja kemarin sore
Hingga mentari pagi ini tak berani berlayar.
— Sandal Jepit

Terima saja. Dalam dunia ini memang selalu ada sosok yang hanya dipertemukan tapi tidak untuk ditakdirkan. Selamat pagi bidadari. 
— Filly Shertya

“Tanpa kata, menyadur potongan sajak Subagio Sastrowardoyo, “Di balik itu hanya ruang kosong dan angin pagi. … Karena itu aku bersembunyi di belakang kata dan menenggelamkan diri tanpa sisa.”
— A Kenshanahan

“kelak akan kubuat untukmu sebuah pagi yang tak tiba-tiba datang dan tak tergesa-gesa pergi”
— Adi Nugroho

“Meramu diksi pagi ini, sekadar sajak basa-basi, mempuisikan kata hati;aku, secangkir kopi, dan elegi yang menghampiri”
— AD Ahmad

“Sajak merapuh, biarkan semua terkubur dalam bait puisi  ketika hati didera hingga tak punyai arti. Aku dan kopi pagi ini masih menunggu celotehan cinta yang pernah dibuat ketika semua masih tentang kita.”
— May

“pada sajak yang mencengkram sunyi; ketika hari meninggalkan pagi; mimpi tak pernah meninggalkanmu pergi”
— Tirta Senyawa

“pada sajak yang mencengkram sunyi; ketika hari meninggalkan pagi; mimpi tak pernah meninggalkanmu pergi”
— Tirta Senyawa

“Pagi ini terasa serasi
Ada mentari dan kopi
Kupu-kupu jauh terbang
Burung berkicau sumbang.”
— Dee

“Aku merindu dengan riuh burung di pepohonan cemara yang rindang, suara gemuruh ombak yang memecah sunyi di pagi yang menjadi pembuka hari untuk harapan yang tak pasti”
— Ad Pratama

“tentangmu aku menulis
pada jarak yang akan kutempuh
pada rupa yang akan kukecup
pada rindu yang mungkin sembuh dalam sajak.
selamat pagi, duniamu”
— The Child

“Pagiku lengang. Setumpuk rindu menggeliang anggun di kepala. Di tubuh pagi, sunyi lalu menjelma sajak-sajak limbung yang tak menemukan tempatnya”
— Lelaki Pesisir

“Mohon maaf. sekali lagi. kucuri makna indah dari dua bola matamu. untuk kujadikan sebait puisi. dan sajak—sajak sebelun pagi. agar waktu tahu. kau selalu dekat di antara kenang dan ingat”
— Mas Aih

“Hiduplah kau dalam bait puisiku
Akan ku pilihkan kata indah untukmu dari setiap sajak bahagia
Tanpa sedikitpun sendu
Agar bisa aku baca di setiap kali
Pagi datang membangunkanku”
— Dewi

“Kutemukan dua keajaiban di pagi yg sudah meninggi ini, sejuk dan sajak
Dua hal yg menghangatkan bagi jiwa jiwa yg terhubung”
— Sayid Muhammad

“Rekah senyum di sebuah lengang pagi, isyaratkan gebu rindu, lalu kita menjelma sajak-sajak cinta yang tuntas dibaca”
— Lelaki Pesisir

“Sepanjang pagi menanti 
Baris-baris cerita tertahan di ulu hati
Degup-degup bergandengan tangan pada keheningan diri
Bersama pijar mentari melangkah pergi”
— M Special

Demikian artikel kumpulan sajak Pendek dari PesulapKata.com tentang pagi. Jika kalian suka dengan artikel ini silahkan bantu share dan jangan lupa beri komentar pada artikel ini ya.

2 COMMENTS

Tinggalkan komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here