Yang Kelam… Sajak Patah

0
sajak patah
sajak pendek patah hati pesulapkata.com

Berikut ini kumpulan sajak-sajak pendek terbaru yang sangat menyayat hati yang diraggkum PesulapKata khusus untuk anda penikmat kata-kata | Sajak Patah

Yang Kelam… Sajak Patah

“Di dekatmu, pankreasku bergejolak. ginjalku mendidih bagaikan digodok di adonan dodol”
Galih

“Kau takkan bisa menghidupkan kematian. kau hanya pelacur, bagi penyair tanpa iman”
– C

“Doa-doa pemilik dada yang lapang tak pernah kehabisan khidmatnya meski musim duka telah bertandang begitu lama”
– Rena Kharisma

“Yang mekar di dadaku, adalah bunga: dengan duri-duri tajam dan duka yang tak terbaca, kecuali dengan air mata”
– Sigit

“Desember tiba pelan-pelan. tapi aku tiba-tiba tahu, separuh tahun akan serapuh langkah-langkah ketiadaanmu”
– Arkil

“Sejak lumut dan pandan tumbuh di batu, kerakap dan cendawan makin tahu diri, lalu menyingkir ke tepi-tepi’
– Damhuri

“Hujan yang dijatuhkan kesedihanmu, ialah tinta warna bianglala yang aku lukiskan ke matamu lewat doa-doa”
– The Night

“Sehabis langit menjatuhkan hujan, kita paham, dingin adalah kita; sepasang tubuh yang butuh pelukan”
– Andri Astarege

“Aku adalah pecundang dari altar cinta
yang mencumbu sepi, dan tak segan ditertawakan malam”
– Noeya

“Hatimu telaga candu. Dan kau seret aku ke mata air pengharapan. Lama sekali aku kau biarkan tenggelam disitu”
– Simplicious

“Di ujung senja, engkau hadir sebagai sayap angin, membelai kecemasanku, menabur serbuk zaitun di tubuh rentaku”
– Gana Zaendra

“Malam tetaplah malam. Biarkan kumendekam dalam kelam. Kuhiruk segala pikuk, dari jiwa-jiwa yang terpuruk”
– Supaat

Demikian artikel tentang sajak-sajak patah yang di rangkum oleh PesulapKata.com. Jika kalian suka dengan artikel ini, silahkan jangan sungkam-sumkan untuk bantu share, ya. Jangan lupa link sumbernya di ikut sertakan

Tinggalkan komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here