Terang Yang Kau Janjikan

Bangkit itu sulit, Melupa itu rumit. Terutama untuk sebuah rasa yang begitu pahit.Jadi tolong aku agar bisa lebih mudah bangkit dan melupa. – M.N Falah

Mana terang yang dulu kau janjikan? sekarang kau hanya mengurungku dalam kegelapan. – Beneng Dor

Mana terang yang dulu kau janjikan?sekarang kau hanya mengurungku dalam kegelapan. – Literasi Sajak

Seketika hilang sajak-sajakku
Entah mengapa
Yang ku ingat hanya tentangmu
Mungkin aku sudah tidak diijinkan untuk menulis puisi tentangmu. – Waras Arianto

Ada begitu banyak cara bagi Tuhan untuk mempertemukan. Terlihat rumit padahal sederhana, terlihat jauh padahal dekat, terlihat orang lain padahal kamu. – Sajak Cahaya

Di antara sajak yang tak pernah tuntas
Ada perasaan yang berharap kau balas. – Manis Teh Es

Akan kubacakan irama sajak penenang
Dengan harapan kulihat senyum indah yang sudah lama tak kulihat
Sejak terakhir kali kita bersama. – Kopi Kaleng

Pada beberapa sajak cinta ternyata memang cukup memualkan ketika isi terlampau jauh untuk tidak mengandalkan logika. – Futia Mursela

Ingat-ingat lagi bagaimana kamu pernah memulai semuanya.
Bertahan pada keterasingan yang dirasa.
Hadap-hadalan pada hal yang tak kau suka.
Suram,
Semua bak badai yang menyerang kencang.
Namun ia sekadar menyerang,
Kita yang disuruh menerjang. – Futia Mursela

Esok malam aku akan tidur di tenda bersamamu, ya hanya bersamamu. Kau janji membawakan gitar dan bernyanyi bersama, aku seperti dibawa ke nirwana. Malam ini sudah kutulis berjuta sajak untuk memahamimu, kita berangkat ketika fajar, lalu pulang ketika hatimu sudah tenang. @Iyasayangg

Sajak-sajak aku ucapkan untuk pengantar tidur mu,tetapi aku diam-diam berbisik menghaturkan doa semoga aku lah yang pertama kali engkau lihat saat membuka mata. – Randi Eka Putra

Berontak saja sesuka hatimu
Sebab aku benar-benar menyakitimu
Bila lelah telah menyelimuti hati
Pulanglah, disana ada tempat ternyaman untukmu
Jika ingin kembali,
Aku tetap ada, meski telah beda rasa. – Nur Widiana Fitriyah

Tak ada alasan yang mengatasnamakan cinta
Karena tak ada sebab sedikitpun
Ia mengalir dengan sendirinya
Ia ada bahkan tanpa kau buatkan undangan
Jangan heran atau kesal
Semua akan kamu alami. – Nur Widiana Fitriyah

Kamu adalah alasan utama, mengapa aku terus berusaha… – Titos Santosa

Aku benar-benar telah menjadi pemalas yang handal
Bangkit, tidur lagi
Teruslah seperti itu
Maafkan waktu yang tersia-sia. – Nur Widiana Fitriyah

Tak seharusnya ku masih terjaga pukul 11 malam.
Karena bayangmu akan selalu mampir meski sudah kuisi dengan sajak-sajak tentang bulan yang merindu matahari.
Jangan datang lagi, ya. Aku tak akan bosan mengisi pikiranku selain dirimu walau itu sekadar tentang langit malam. – Daisi

Aku menulismu ke dalam buku-buku berupa sajak-sajak tentang rasa. Berharap ada satu saja buku yang kamu baca dan tamatkan. Agar kamu paham bagaimana aku menamatkan rasa yang selama ini kita permainkan. – Fryanda J

Cinta seperti penyair berdarah dingin
yang pandai menorehkan luka. Rindu seperti sajak sederhana yang tak ada matinya. – Am

Malam telah menyulam semua luka kita dengan benang takdir
Merajutnya bersama sulam air mata darah yang terus mengalir
Mengabaikannya dalam tikar-tikar sepi sang cinta. – Rola

pada suatu hari nanti
jasadku tak akan ada lagi
tapi dalam bait-bait sajak ini
kau takkan kurelakan sendiri. – Uyuy

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here