Selamat Tinggal Cinta…. Sajak Patah

0
Sajak Patah

Berikut ini adalah kumpulan sajak pendeh patah hati (sajak patah). Sajak pendek yang di rangkum oleh pesulap kata merupakan kumpulan sajak terbaik sepanjang masa.

Bagi sebagian orang sajak itu indah, karena sajak adalah bagian seni dalam bentuk puisi. Jika ada yang berfikir sajak itu alay, berarti kepalanya yang bermasalah. Begitu bukan?! Haha

Sajak Patah (hati)

“Dan sajak-sajakku; pagi yang muram disapa mentari, sepeninggal malam yang tenang melangkah pergi”

“Pada akhirnya,aku mampu menyajakkan sisa kenanganmu dalam bait ini, walaupun tak begitu utuh”

“Lalu, dengan apakah kita mengayuh rindu? Sedang kayuh-cintanya sudah kau patahkan menjadi dua”

“Sebab rinduku adalah doa-doa yang menyelimuti tiap cemas malammu,tanpa kau ketahui, tanpa kau sadari”

“Tak jua kutinggalkan, hening pada rindu yang resah, aku berserah pasrah”

“Dan mencintaimu, seperti menyulam kabut pada musim semi, menyusui gelombang yang angkuh, injak rapuh peluhku”

“Tak apa, aku masih bisa setegar pagi yang tabah, dihianati mentari”

“Dalam perih, tak satu sajakpun kutemui, mereka terlalu sibuk menambal luka, menenangkan airmata”

“Bagiku, rindu bukanlah sekedar sajak, tetapi bagaimana memaknai kehadiran”

“Lukaku disajakkan; Aku mencintaimu dengan tabah, dalam genangan airmata”

“Lukaku disajakkan; Aku mencintaimu dengan tabah, dalam genangan airmata”

“Aku begitu disudutkan waktu, sajak dan rindu, pandai menyembunyikan luka yang dibuatnya”

“Tegaklah ke atas, ke bulan yang pucat, ia tak mengharapkan apa-apa setelah ikhlas menerangi gelap malam”

“Di setiap dingin sajakmu, Aku hanya ingin menjajaki setiap rumit kata-katanya”

“Puisiku; Setabah embun pagi ketika disinari mentari, jatuh lalu menghilang”

“Tiada senja yang indah selain ditemani puisi, puntung rokok dan luka”

“Kubinasakan pagi yang sekarat itu”

“Tak apa dengan sepi, sebab sajakku telah belajar menabahi kehilangan”

“Dalam jejak langkahmu yang hilang,aku masih saja mencarimu di tiap lipatan-lipatan sajakku”

“Pada akhirnya kita adalah bunga yang tabah disudutkan hujan, dan sabar dicerca mentari”

“Dalam indah nyanyian hujan, disitulah sajak-sajak indah tercipta”

“Biarlah aku tenang dalam sajakku, tiada tempat sebagus ini untuk menenangkan hati”

“Tak bisa kulacak lagi jejak rindumu semalam. Hilang, Saat pagi masih menyisakan airmatanya”

“Kesepian ialah sebagaimana cinta pergi, tak tersisa satupun untuk disajakkan”

“Tak ada yang lebih indah dari luka melebur dalam puisi, menceriterakan kesedihan, sepi dan mati”

“Ku rampungkan kau sebagai kenangan, sebagai cendramata masalalu, dan kutafsirkan dalam hati sebagai luka abadi”

“Saat terakhirnya, cinta menyatakan maaf, sekedar perpisahan dengan pelukan lalu menghilang di jantung sepi”Goodbye cinta

“Dan aku menitipkan aimata ditiap Huruf ini. Menyatukan duka dan luka ditiap huruf yang tertulis. Malam kembali bergerumul, Sepi kembali menemaniku”

Demikian artikel bertopik Sajak Patah dari Pesulap Kata. Pantau terus PesulapKata.com untuk mendapatkan update tentang sajak-sajak pendek terbaru lainnya. Jika kalian suka, kalian boleh bantu share artikel ini dengan tombol yanh sudah disediakan di bawah ini, ya

Tinggalkan komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here