Sebuah Tanda Tanya (?)

PesulapKata Sebuah Tanda Tanya (?). Mungkin kalian bingung kenapa judul sajak pendek kali ini harus menggunakan tanda yang sangat dibenci oleh kebanyakan orang, kenapa tidak tanda seru ataupun tanda titik?. Dari pada pusing mikirin jawabannya, mending langsung menikmati kata-katanya.

Dua tahun mengubur semua impian
Kepalaku penuh dengan tanda tanya besar yang tak kunjung usai,
Hingga di suatu senja; kemarin ku temukan dirimu;
entah, sebagai tanda titik, atau koma

Setiap kamu melahirkan tanda tanya.
Mengasuh ketidak-pastian, membesarkan rindu, dan menuai harapan.

Malam ini kita merebah penat dalam sajak
Menaruh harap dalam sembab hati yang tak kunjung beranak jejak.
Aku bisu, Kau tuli
Aku beku, kau batu
Aku koma, kau tanda tanya.

Secarik kertas tak bertuan~
ada tanya dalam duka lama
Kabut menawan cinta membara tampa tanda tanya.

ku gak mau jadi koma (,) Ataupun tanda tanya (?) Karna aku mau aku jadi titik biar aku jadi yang terakhir dari ceritamu.

Selain kopi,rindu dan puisi juga bisa menahan kantuk,kepulangan: dan tanda tanya yang paling entah.

Sebuah sajak sia-sia
Tertulis hanya dengan sebatas angan
Begitu sederhana
Diberikan kenyamanan
Tapi ada tanda tanya
Menimbulkan tawa
Menolak akan perpisahan
Hingga lupa bahwa sebenarnya ada hati yang terluka.

Diammu, seribu tanda tanya yang tak pernah bisa aku tebak satu-satu jawabannya.

Di tebing penantian, kita sepasang tanda dan tanya.
Menunggu siapa yang memulai lebih dulu, siapa yang meninggalkan.

Apa kita sama
atau mungkin berbeda.
Tolong di data.
Hati ku penuh tanda tanya.
Kenapa kau diam saja.
Padahal kau itu nyata.

Seperti udara…
Kasih yang kekal sekejap berhenti melihat ke kanan
Kau sayat luka baru di atas kaki sendiri.

Menepilah sejenak, kekasihku
Berikan ruang untuk rindu
Sehingga reda deru ragumu
Kan kupeluk hatimu.

Tanda Tanya (Sajak Pendek)

Aku selalu ingin tahu
Dear; seperti apa sih wajahmu?
Apa benar bentukmu seperti dua tanda tanya yang berhadapan lalu menyatu?

Katamu, kebahagiaan hanya dongeng dalam dunia Cinderella
Tapi kenapa sepatu kacanya terbuat dari Airmata?

Jika memang cakrawala tak mampu untuk ku tembus,
ku harap bumi berpihak padaku, agar ku dapat mengitarimu di setiap perjalananmu.

Pada akhir cerita
kita hanyalah sepasang terdakwa yang
menunggu vonis dari sang pencipta;
Dipersatukan atau diberaikan.

Andaikan waktu memihakku
Jangan cepat semua berlalu
Apa yang pernah kita lalui
Mulai terurai sepi.

Tak pernah terbayang ‘kan tiba
Lelah membuat kita lupa
Apa yang pernah kita jaga
Tak berarti akhirnya.

Sulit kutemukan kalimat yg mewakili kesunyian.
Aku biarkan jiwa dipeluk kesepian.
Dipertengahan Agustus selepas senja di awal malam
Sebuah sajak tentang drmu,kutulis asa dibalik jendela hatiku.
Membawaku makin dalam di cekam kerinduan.
Apakah makan berharap hujan & rindu.

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
Dengan sajak yang tak sempat diutarakan senja kepada malam yang menjadikannya gelap.

Cita-citaku sederhana, Dear
Aku dan kamu dalam puisi yang tak akan pernah usang.

Sambil membayangkan senja seperti apa yg kau nikmati di kejauhan, Ku tuliskan beberapa sajak indah pada senja. Untuk menyampaikan pesan rindu pada orang yang begitu ku damba. Orang yang selalu menumbuhkan tanda tanya dalam jiwa. Meski begitu hampa,semoga rinduku sampai kesana.

Demikian artikel sajak pendek dari pesulapkata.com yang berjudul Sebuah Tanda Tanya. Semoga kalian suka dengan kata-katanya.

Berita sebelumyaHujan Bulan Januari
Berita berikutnyaJangan Ada Lagi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here