Sajak dan Hujan

PesulapKataSajak dan hujan adalah dua hal yang saling menguntungkan. Kadangkala para penyair merindukan derasnya untuk membuat sajaknya agar lebih menawan.

Berikut ini adalah kumpulan sajak pendek tentang hujan rangkuman PesulapKata.com.

“Seorang mencintainya dan ia tak tahu untuk apa. Ia tak tahu kenapa sajak-sajak tetap terbuang dan laki-laki itu tetap menuliskannya, sementara hujan hanya datang kadang-kadang” – Faukhan Al- Hasani

“Pendaki gunung itu romantis, mencintai hujan dan suka bermain dengan sajak serta syair untuk perempuan.” – Rangga Dirga

“Pergimu. meninggalkan buku yang di jilid seribu sajak-sajak senja.
Dan aku bagaikan jatayu merindukan hujan.
Namun aku percaya, jauh di langit sana, kau laksana sakit sama mengaduh, luka sama mengeluh.” – Usai Senja

“Telah kubisikkan namamu pada angin, semoga saja hujan mendengar dan lahir sungai abadi dari rintiknya, mengikis batu-batu dan seribu prasasti tercipta untukmu” – Sabrina Andina Putri

“Bukan air mata menderas hujan…
Bukan rembulan menyibak kabut…
Bukan asa menggundah rasa…
Ketika sajak jadi mantra…
Ketika puisi jadi Do’a
didekapan-Mu, sungguh setitik rindu tak tertuliska” – Al Aziz

“Hujan, sebelum kau mereda.
Pintaku, jagalah rindu ini agar tetap ada,
Biarkan ia tumbuh untuk sementara,
Agar aku tau,
Betapa sakitnya dihancurkan dengan tiba tiba,
betapa sakitnya dicintai tanpa sengaja” – Fahmi Nurdiansyah

“Lamunan wajahmu
Datang mengguyur rindu
Memaksaku meneteskan derai hujan
Dalam deretan sajak tuan” – Lailatul Mufi

“Saat matahari terbit atau terbenam
Saat bulan bersinar atau bersembunyi
Bahkan saat hujan atau badai
Aku akan selalu berada disisimu
Saat bunga bermekaran kita akan menikmatinya
Saat cuaca dingin kita akan berseluncur
Kita akan bersama dalam suka dan duka” – Alian Salian

“Langit tidak benar-benar tulus, percayalah ia memberimu hujan setelah mengambol lebih banyak dari lautmu.” – Faisa Oddang

“Sepanjang jejak kenangan, kita selalu bergandeng angan
Sepanjang jejak kenangan, kupeluk mimpiku mesra
Hujan yang rintik di malam minggu
menambah basah sajak-sajakku” – Erdhie Je

“Semua orang bercakap tentang hujan
Yang merangkum semesta kenangan
Bagaimana derainya bersatu dalam ragu
Meluruh di atas derit tinta yang berkecamuk.
Dan di antara spasi dan titik kujadikan jeda untuk menerka, perihal bagaimana kabarmu di sana” – Pahit Kopi

“Terima kasih, hujan. Kau terlampau baik. Kau telah mendinginkan hati dan memulangkan rindu kerumahnya kembali ” – Hesanologi

“Aku memilih kau untuk ku lebur dalam suara hujan yang parau… kadang rindu tak perlu sajak merdu” – Sabina Frisca

“Ditambahkannya dingin pada hujan. Pada punggung yang lelap karena usapan. Pada rengek yang merobek selimut di tepian; jika tanpa sengaja kau temukan cumbu di situ, bangunkan aku.” – @GerutuRindu

“Melihat lagit biru pagi ini setelah semalaman hujan tak berkesudahan. Membaca lagi sajak sejenak hening dan melangkah untuk berada.” -Ahmad Zakariyah

“Senja menghitam perlahan, hujan mulai berjatuhan, sibuk menyibak selangkangan, mencari jalan pulang” – @SajakSenja7

“Dari hujan belajar bahasa air bagaiman jatuh berkali-kali tanpa mengeluh pada takdir” -Enda

“Terima kasih telah menyarankanku menonton hujan dibulan juni, dan ikut meyakinkanku bahwa sajak-sajakku nanti juga pasti akan menemui takdirnya” – @HajmiAguswika

“Aku mencintai hujan, sebagaimana aku mencintai puisiku. Seperti kamu, dua-duanya sama-sama kucintai dengan sendu” – Penyair Dungu

“Setidaknya hujan lebih baik darimu, karena turunnya hanya membasahi bukan melukai” – Tutut Setya

Demikian artikel sajak Pendek tentang Hujan yang di rangkum PesulapKata.com. Jika kalian suka dengan sajak hujan ini silahkan bantu share, ya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here