Panggil Aku Puisi

0
Pangil Aku Puisi

Anda sedang berada di laman sajak pendek “Panggil Aku Puisi” Selamat membaca dan semoga kalian suka dengan artikel ini, ya..

PesulapKata – Akhir-akhir ini sajak semakin di gandrungi oleh kaum muda. Entah itu kau adam maupun kaum hawa. Hal ini bukan tanpa alasan, selain memiliki nilai seni yang indah, juga karena sajak bukanlah kata-kata alay seperti yang biasa di katakan oleh anak-anak zaman sekarang.

Dan karena itu, bagi kalian yang suka dengan sajak-sajak pendek, PesulapKata.com telah merangkum kumpulan sajak pendek bertema Cinta dengan judul Panggil aku Puisi

“Cahaya di langit itu, ada senyum yang mungkin terasingkan. Kita; sepasang kekasih yang di tingal malam, dan jejak langkahmu yang tertinggal di Minggu itu” – Deyde Pk

Pangil Aku Puisi, Sebab segalanya berdiam di sana; termasuk kita, yang berteduh di bawah kata-kata” – (M) Puisi

Selamat malam, Kekasih yang sudah berganti tuan. Lama tak ku sebut dirimu dalam bait sajak-sajak ku. Entah. Jika ku tuliskan, masih sudikah kau membaca kata penuh kode dariku” Ar Pk

“Sepi mengajarkan Tentang Damai, canda tawa menjadi rindu tersendiri yang menemani malam, kembali di celah dingin ku intip malam. Aku tak sanggup menahan rindu pada pagi yang abu-abu” – Rahayu Fitri Ayps

“ada puisi yang patah ada mata yang basah tiba-tiba—tanpa aba-aba” – Senjaamu

Seorang bocah dan eskrim. Aku pun sangsi: apa rindu lebih pendek dari duka” – Lisacica

Turut berduka atas meledaknya mimpimu. Kelak, bersaksilah kepada Negara tentang sepi dan rasa sakit” – Solup Literal

fiersa, kukirim kekagumanku dalam sebuah sajak pendek yang mendoakanmu untuk sukses selalu. aku padamu!” Fiersa Basari

Melihatmu tertidur adalah kesenangan terulas senyumku saat itu pula sembari membelai rambutmu pelan melihatmu tertidur adalah kebahagiaan memberi hasrat tersendiri berjuang untukmu dan kita; pasti.” – Pagi Syahdu

“Barangkali; kesedihan ialah sajak pendek dan luka ialah kertas yang kau robek. Ia menciptakan hujan badai di kepala, yang dampaknya hingga ke dasar dada” – Dien Matina

Sajak ini, Sayang: meski pendek, tapi halal. Sebab kutulis dengan jerih payahku sendiri” – Bahasa Jiwa

Pernah gerimis itu kita cintai seperti sajak pendek yang manis, secangkir kopi hangat atau pelukan-pelukan yang kini lepas” – Ama_achmad

Demikian rngkuman sajak Pendek bertopik cinta yang dirangkum oleh PesulapKata.com. Sajak Pendek dengan judul Pangil aku Puisi adalah sajak pendek pilihan yang beberapa diantaranya di ambil dari berbagai sumber, dan sebagian lagi saya buat sendiri.

Tinggalkan komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here