Namamu … Sajak Rindu

0

Namamu – Berikut ini adalah kumpulan sajak-sajak pendek yang tentang rindu yang di rangkum oleh pesulap kata | Sajak Rindu

“Selamat malam tuan. Melelaplah dikasur empukmu. Sebab selimutmu sudah rindu untuk memelukmu” — Tita Pratama

“Karena gugup penyakit bawaan tiap melihatmu. Hingga kaku sampai ujung kuku, ketika mentari iseng menyentuhkan bayangmu pada ku”  — Eko 

“Rindu. Kadang datang tanpa di undang. Entah memang kebetulan. Atau kau yang tak kunjung pulang?” — Ray Azkar

“Kemana lagi rindu itu tertuju yang hanya kembali kepadamu, pada daun-daun yang basah pada lenggang di dinding hatimu yang kian musnah” — Ranno RF

Pada sajak yang lalu. Telah kutulis bait-bait rindu untuk mu. Meski tanpa suara Namun goresanya sangat tegas bahwa seluruh rindu ku hanya untuk mu”  — M Diblon

Beberapa hari tak menulis sajak, bukan berarti aku tak merindukanmu. Aku hanya ingin mengistirahatkan kata-kataku, barangkali ia lelah merangkai rindu tentangmu, yang tak kunjung menemukan titik temu. — ZZA

Aku ditertawai semesta. Karena rinduku kepada mu terbaca. Mereka menduga. Aku terlalu malu untuk bicara. Lalu hanya mengambil sikap “berdo’a”. Ah semesta,kau pandai sekali membaca muka” — Novi Faikha

Setidaknya, kelak jika ragaku tak bisa lagi menemani senjamu, sajak-sajakku akan mampu memelukmu dengan penuh rindu” — ZZA

Rindu itu bukan urusan jarak dan waktu, namun tentang rasa yg belum menyatu” — Zein Ahmad

Aku tak mengerti. Mengapa aku mencintai sajak dan puisi. Sama seperti dirimu. Puncaknya hanya rindu. Rindu menulis. Dan rindu bertemu dirimu” — Via Sherly

Ada sajak tersesat di sepertiga malamku, jatuh ke dalam kopiku. Isinya sebait rindu, yang ditulis hujan dari fotomu” — Bakso Bakar

Kalau rindu adalah puisi, maka kau adalah sajak yg menjadikannya” — 165 Kalimat

Pada akhirnya, yang tersisa dari panas secangkir kopi dan sajak hujan ialah asap rindu yang menyusun nasib perjumpaan. Selebihnya, kita abadikan cinta dalam dingin air mata”  — Azka Dira

Jiwaku terjerat belukar kerinduan, sayapku patah tersayat kesepian, bola mataku tertusuk duri kehampaan, tinggal tersisa hati yang rindu akan rumah. Namun kutemui rumah ternyaman itu kini telah berubah” — Nama Samaran

Bagaimana aku bisa tidur. Sementara sajak mu telah mengalihkan rasa kantukku. Yang membuat rindu ini semakin tak berujung” — Rianty

Disini aku berdiri. Tanpa sajak tersakiti. Disini aku berdiri. Tanpa puisi rindu sendiri. Entah berapa kali tombak itu menghujam. Tak kubiarkan menyentuh hatiku” — Bimo M

“Dalam sisa rintik hujan yang jatuh saat ini. Namamu adalah deras yang paling aku rindukan” — Deyde Pk

Yang paling tak menyenangkan kala hujan adalah saat kita terpaksa berteduh tapi justru mekar senyuman di wajahmu” —  Sajak Rindu

Demikian arikel sajak rindu. Jika anda suka dengan sajak-sajak yang PesulapKata.com silahkan bantu bagikan artikel ini, ya. 

Tinggalkan komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here