Sajak pendek masih menjadi senjata manusia dalam meluahkan perasaanya. Terlebih bagi seorang pujangga yang piawai dalam merombak kata. Mungkin agak terlihat kuno, tapi percayalah Sajak maaih menjadi hal yang paling indah dalam meluapkan rasa yang berkecamuk dalam kepala pun dalam dada.

Oleh karena itu pada artikel kali ini PesulapKata telah merangkum kumpualn sajak-sajak pendek terbaru yang akan merasuk kedalam dada. 

Kumpulan Sajak Pendek Terbaru

“Oh angin siang yang sejuk. Sebaris sajak menuliskan nama di warnai kisahnya“ — Giri Harja

““Kepada mentari, juga siang yang menjadikan ruang menjadi terang. Sebuah kata menjelma sajak, Dan menyatu bersama raga.”

“Kepada kamu, Yang belum jua bisa ku gapai. Sebuah rasa menyapa jiwa, Dan aku tak mampu menamainya” — Raib

“Jadilah kau sajak kehidupan, yang setiap kali aku membacanya; hidupku tak pernah merasa kehilangan” — MR Syaputra

“Aku tidak pernah lagi menulis sajak, atau cerita-cerita pendek. Tidak pernah lagi menulis not-not musik, atau membuat nada. Tidak pernah lagi berpetualang yang lama dan jauh, atau menemukan hal baru. Karena hidup sudah berhenti sejak lama”. — Sukab

“Dalam dinginnya malam yang berkepanjangan. Namamu adalah lagu yang tak bosan aku dendangkan. Tak pernah lelah ku doakan.” — 

“Dan kamu adalah detak yang pling aku rahasiakan. Aku menghidupimu dengan doa-doa sepertiga malam. Bagiku kau adalah keabadadian” — Ar Alzena

“Tak apa dengan sepi, sebab aku telah belajar banyak dari kehilangan” — Ar

“Tak ada warna lain, selain semburan kelam dalam kanvas hatiku. Karena sepiku adalah selimut kedamaian yang selalu ku peluk erat”. — Nayaka

“Cinta-cinta yang telah berlalu tak pernah mintaku untuk meninggalkannya. Pun juga dengan perpisahan yang tak pasti kapn akan datang. Jika permintaan adalah kebaikan, maka akan ku kabulkan” — Ar

“Kenap harus rindu, jika kenangan tentangmu masih utuh. Di kepalaku” — Deyde

“Kita adalah sama; sama-sama orang yang hatinya pernah terluka dan terkhianati” — Ar

“Kau terpesona dengan indahnya senja. Menjadikan indah ke dalam sajak-sajak patah tentang kita. Dan aku menjelma mendung yang sekarat melepas hujan dalam pipimu” 

“Andaikata sajak adalah senjata ampuh untuk menaklukkan wanita, maka pujangga adalh satu-satunya profesi yang paling berbahaya di dunia”.

“Pagi adalah rekah mentari, juga tempat berkumpulnya embun di pepucuk daun”

“Di suatu pagi saat kita membuka jendela, bunga kenanga menebar wangi sempurna di beranda. Wangi cinta”

“Kenangan membahasakan dirinya dlm luruh dedaunan. Pada suatu pagi, ketika angin mencipta puisi”

“Aku sering mencari-carimu dalam lagu klasik. Disana; cinta terbentuk dari nada” — NM

“Kirimkan aku alamat, mungkin kenangan ingin menulis surat. Untuk kemudian bersama pagi menitip puisi di jendela kamarmu. Sebagai udara, sebagai embun yang ditinggalkan subuh, pun sebagai sepi yang disisakan rindu”

“Simpan aku sedalam rindumu. Tak peduli ketika kau memetik mawar dari taman yang lain, tanganku yang berdarah”

“Kelak, kau akan tahu betapa perihnya langit sehingga menumpahkan air yang tak karuan. Airmata kepedihan” — Ar

“Burung-burung berterbangan di senja kini. Kelopak matamu meredup, bulu alis sedikit murung. Kacau, tak tertahan” 

“Aku bahkan selalu mengingatmu, ketika kau merenung dan gelap. Kita seperti partikel kehidupan dalam uang logam. Bersisihan, tapi tak dapat bertatapan. Tapi tetap sebuah kehidupan” — J Lituhayu

Demikian artikel kumpulan sajak pendek yang di rangkum oleh Pesulap Kata. Jika kalian suka dengan artikel ini silahkan bantu share ke media sosial kalian ya. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here