sajak senja
kumpulan sajak pendek tentang senja

Berikut ini adalah kumpulan sajak-sajak pendek terbaru berjudul kosong tentang senja dari PesulapKata.com | Sajak Senja

Kosong…. Sajak Senja

“Butuh perbandingan?. Tidak ada seorangpun di sudut manapun yang lebih menyayangimu melebihi orang yang rela menangis untukmu” – Sajak Senja

“Jika kemungkinannya adalah kosong, maka biarlah senja ini menjadi bukti untuk sajak-sajakku yang mati” -Deyde Pk

“Pagi meramu sajak. Menyesap embun ke dalam bait puisi. Sayup-sayup nada subuh menderu dingin. Rintik-rintik gerimis terdengar sendu. Cukup cantik, tapi segelap rasak” – Ayu R

“Lalu kuteriakan hingga fajar-fajar berhamburan. Sampai senja terhalang awan hitam agar perasaanku tak semakin kelam dan mendalam” – Farid Chiko

“Pada satnya nanti, ku kan mengajakmu ke bukit di ujung senja, disana jawaban tuhan berserakan. Perihal kita yang selalu aku doakan” – AR Pk

“Di Pulau ini, Sore tak ada. Kita mengunci matahari dan merayakan kehilangan lebih awal’ – Rizal H

“Semesta, aku terlanjur menukil cerita. Pada setiap setiap sajak, ku titipkan kata. Tentang perjalanan segulung rasa yg bergulir entah sampai kemana?. Aku hanya bisa menatap rindu, pada seduhan kopi menanti senja” -Ilman R

“Tuhan, jika kelak ragaku tak mampu lagi menemaninya di usia senja, berikanlah kekuatan pada sajak-sajakku agar mampu menjaganya, hingga kau pertemukan lagi di tanah surga” – ZZA

“Kadang ingin kutulis semua jadi Engkau. Di sajak, di pintu, di buku, dimanapun. Kadang sebisa mungkin aku berusaha tak menemukan namamu, meski di senja.
Kau harus tau, Sesulit itu jadi ak” -A Sobari

“Aku suka melihat senyummu. Aku akan sangat bahagia bila akulah alasan senyumanmu” – Sajak Senja

“Kukira kau memang benar wanita senja. Sepertinya kau tidak ragu untuk datang. Sepertinya kau tidak ragu untuk meninggalkan” – Tanpa Nama

Demikian artikel kumpulan sajak-sajak pendek dari Pesulapkata.com tentang pagi. Jika kalian menyukai artikel ini, silahkan banyu share, ya.