Jiwa Yang Sekarat

Sajak adalah bagian dari seni yang tak lain adalah gubahan sastra dari puisi. Bagi sebagian orang menulis sajak adalah untuk mengekspresikan apa yang terjadi dalam diri mereka dan/ yang terjadi di sekitaranya. Sajak terbagi dari beberap istilah, ada sajak pagi, sajak patah, hujan dan sajak senja

Bagi kamu penikmat sajak pendek tentang senja Pesulap Kata telah merangkum kumpulan sajak pendek tentang senja yang sangat menyayat hati. 

Jiwa Yang Sekarat Sajak Senja

“Di senja itu, ada jiwa yang lagi sekarat karena wajahmu yang ku lukis abadi di dalamnya”
— Deyde Pk

“Phinisi itu membawa serpihan rindu yang aromanya menguap dalam belaian sang bayu, di senja itu”
— Ayah Malika

“Pada waktu tertentu kamu akan menyadari betapa rasa nyaman itu begitu menyebalkan, dimana rasa itu tumbuh lalu kamu mengharap lebih, sedang dia menganggap teman tak lebih”
— Khairul Q

“Karena rindu bait-bait itu tertata, karena gundah sajak-sajak itu tercipta dan karenamu-lah syair-syair senja itu ada”
— Rullah A

“Nyatanya. Senja, Rindu, Malam, Bulan, Hening, dan Kamu tentunya, tak pernah bosan telah sudi menjadi bagian dari sajak yang selalu aku tulis. Tetaplah seperti ini, sampai pada tulisanku akan menjadi kenang”
— Pengembala Rindu

“Katamu, senja hanyalah fenomena yang tak sutuhnya ada. Tapi mengapa, indahnya di menghantam jiwa-jiwa patah dan terlena”
— Ar Pk

“Ada sebuah sanubari yang patah. Ada banyak waktu yang telah terbuang percuma. Ada harap yang tidak lagi berani melambung tinggi”
— Basma

“Barangkali sajak liarmu memberi sejuk antar sesamamu”
— Belantara

“Gusar gemuruh suara langit menetak hati bertambal sunyi, tak lekang senja ,terus dinanti. 
Menyesap rindu sesakkan kalbu. 
Kamu dan warna warnamu, aku dan hitam kelabu 
Kita tak pernah mencoba menyatu. Sebab, langit tak pernah menyentuh bumi”
— Sofanul Hidayat

“Tak perlu kopi ataupun senja untuk menulis puisi, perasaan ini sudah cukup mengerti kalau sajak puisi tidak mampu mendeskripsikan sebuah depresi karna kamu yang telah pergi”
— Rakha Mhs

“Biarkan aku dan senja saling bercengkrama, merangkum air mata menjadi kata-kata, menjadikannya sajak-sajak rindu yang bergelora”
— ZZA

“Di sepanjang bahumu, kapal-kapal menjelma petilasan
Bagi dada perempuan, yang dikhianati gelombang
Pertemuan senja dengan kepak camar, seperti longsongan mimpi gila
Berabad-abad kerinduannya cuma enigma, pada tiap ujung dhuha”
— Biem

“Sore tiba, senja suka petak umpet dengan mendungny. Lebih suka terkatung katung di angkasa, bersama rindu ~ duka bukan apa apa”
— Ryzki Alle

“ada senja yang bersahaja, kutitipkan sebaris sajak~ perihal kita yang pernah tak baik-baik saja”
— Arum Putri S

“Aku bukan penyair yang sajak-sajaknya tinggal di buku-buku yang kau suka, aku hanya perangkai kata-kata sederhana, yang tercipta dari merindukanmu di kala pagi dan senja”
— ZZA

Demikian artikel sajak pendek tentang senja yang di rangkum oleh PesulapKata.com. Jika kalian suka dengan sajak-sajak di atas silahkan bagikan artikel ini melalui tombol yang telah di sediakan di bawah ini, ya. Jika tulisan kalian ingin di publikasikan di blog ini, silahkan submit ke sini.

Berita sebelumyaYang Muram
Berita berikutnyaPelukanmu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here