Hujan Oktober … Sajak Pendek

0

Hujan Oktober – Hi guys, seperti sebelum-sebelumnya, pada artikel ini Pesulap Kata akan membagikan rangkuman sajak pendek tentang hujan. Ya, sebagaiaman telah kalian ketahui, bahwa hujan adalah salahsatu nikmat tuhan yang paling besar. Tapi pada kali ini mimin tidak akan membahas mengenai hujannya, tetapi membuat kumpulan sajak pendek yang terinspirasi atau ada kaitannya dengan hujan.

Hujan Oktober – Sajak Pendek

Pada hujan yang melanda ujung oktober itu, namamu adalah deras yang paling aku rindukan. — Ar Pk

Aku bukan hujan. Tapi aku bisa memberimu kenyamanan, atau yang basah yang kau butuhkan — Simamaunh

Datang tiba tiba, setelah nyaman dan terbiasa lalu pergi begitu saja. Hujan memang begitu. Tak tau malu! — Iya Iya

Hujan itu sama dengan harapan yang datang, selalu membawa kesejukan, bahagia yang tak terhingga serta disyukuri tanpa henti. — Feri Purwo

Dalam balutan hujan seharusnya kita sadar, kepergian bukanlah akhir segalanya, sebab terlalu mulia jika menyembahnya. — Dedy Novarman

Dan maaf jika banyak hal tersembunyi dibalik ribuan sajak. Aku tak mampu mengutarakan dalam wujud yang seharusnya tampak.

Kekasih, engkau yang membuat hujan menjadi wadah mengadu selayak teman. Aku terlalu pengecut, dan hanya lewat rinai aku merapal harapan. — Sajak Hujan

Jika hujan menunjukkan rintik sendu tanpa ada kelabu melainkan rindu yang abu dan menjadikan semu — Maziyatus Saidah

Anggap saja hujan ini adalah aku, meski sudah tak lagi deras, tapi tetap membekas. — Febry Pamungkas RP

Air hujan selalu di ibaratkan kenangan, karena rintiknya tidak akan jatuh ke tempat yang sama untuk keduakalinya. — Tunas Abd Rahman

Langit menangis di petang hari ini. Bersama tangisan yang mengalir dipipi. Begitupun hati yang masih merindukanmu. Pada perasaan tanpa alasaN. Pada bahu yang sempat kau sandarkan. — Ghifari Kusma

Dibalik hujan yang datang, malam membisikkan rindunya pada angin. Seperti rasaku padamu, yang aromanya menyentuh dasar kalbu. — Ar Pk

Pagi ini rinduku menjelma menjadi mendung. Sementara rindumu menyempurnakannya menjadi hujan. — Fan

Kau datang lebih pagi sebelum mentari hari ini. Sungguh ini kenyamanan untuk ku. Aku tak peduli jika hanya aku yang menyukaimu. — Irawan Hadi

Sejak saat itu tetes hujan tak lagi sama, rintik-rintik yang dulunya bahagia, kini murka. Kaupun bukan lagi mahkota yang harus ku perjuangkan dan Akupun bukan lagi pengembara yang kau nantikan. — Aksaraku

Tak ku hiraukan kuyup ragaku…..

Yang kurasa hanya hangatnya hujan..

memeluk hatiku yang menggigil kesepian..

Karena hujan tak selalu tentang genangan..

Tapi juga kenangn..

Tentangmu, yang mengasingkan diri dari ingatanku. — Daeng Bepe

Saat rindu menggebu menyeruak kalbu bertemu bentara surya hanya untuk jatuh bertemu kamu, kusebut itu pelangi. — Malivnas

Memang benar kalau hujan itu di rindukan, datang membawa ketenangan lalu pergi menjadi kenangan. — Dhea Ms

Demi hujan yang membuat belukar kian subur di pekarangan,masihkah sosokku tumbuh dalam hatimu yang kemarau, Nyonya? — FN

Dalam genangan yang ditinggalkan hujan, ada maksud Tuhan merefleksikan jiwa-jiwa yang berserakan. — Kijo

Demikian kumpulan sajak pendek tentang hujan yang dirangkum oleh Pesulap Kata. Jika kaliak suka dengan sajak-sajak tersebut, silahkan berikan komentar dan jangan lupa untuk memberitahu temanmu juga dengan membagikannya ke media sosialmu.

Tinggalkan komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here