Dalam Rasa Yang Berat

Dalam Rasa Yang Berat – Artikel sajak rindu ini dipersembahkan untuk pembaca setia PesulapKata. Dalam kumpulan sajak Rindu yang berjudul Dalam Rasa Yang Berat adalah sajak yang sangat menyayat hati. Agar kalian tidak penasaran, silahakan baca satu persatu dengan hati yang tenang damai dan tentram. HehehE

” cinta yang hanya di tulis sekedar aksi narsis, cinta yang hanya di ucap, sekedar kebohongan yang terlelap, maka jangan hanya ditulis dan diucap, karena yang manis belum tentu kecap,dan yang laris belum tentu direstui bokap “

” di kerut kening mu, putar kembali kecut kenang ku “

“karena yang ditinggal, tak se menyenangkan yang pergi “

” hanya di mata mu, aku ingin bertamu, “

” sempat diriku singgah, ditengah jemaah yang memetik angan dengan tawa, rinduku larut mengudara dalam dada , pada setiap nafas yang menghembus cahaya, mengubur gelap menjadi tiada, aku tenggelam dalam pesona “

” Hendak aku beranjak pergi, meninggalkan semua kisah sedih yang lepas sudah terseduh, meninggalkan semua keramaian yang hanya tumpahkan sepi, aku ingin menagih semua janji, kepada berjuta angan dan mimpi , menjadi diri sendiri yang sendiri, namun rindu ini tak kuasa terlelap, kedamaian dan ketenangan hati kehilangan tempat untuk menatap, karena ku sadari, karena ku pahami, bahwa keindahan, bahwa kedamaian itu hanya di sanalah berkenan menetap, aku ingin pulang, merangkul semua kembali, meski pahit, manis kan ku pahat. “

Baca juga: Selamat Tinggal Cinta

” aku gerhana, seperti di sudut malam, purnama terluka, memerah kehilangan hasrat, cahaya nya tertelan gelap, aku gerhana, merasakan dingin dalam tubuh yang gerah, sepi benar menusuk kali ini “

” perpisahan adalah hal yang paling nikmat, selepas pertemuan hanyalah mendung selepas hujan “

” rindu adalah saat badai menerjang pohon yang rindang, selebat apapun awalnya, serimbun apapun awalnya, akhirnya gugur mencari jalan pulang “

” padi menanam isi , langit kirim kan asa, sedang cinta akan memanen asa yang berisi “

” sepi bukan satu satu nya cara untuk mencari tenang, karena kadang, ramai lebih akan mencuri damai yang di sembunyikan “

” awal cinta adalah mengenal, namun hanya di hati ia akan mengenang “

” penat dan bosan adalah hal yang biasa, tapi jangan jadikan alasan untuk mencari yang lebih sempurna, karena sempurna tidak ada “

” tak ada yang lebih mahal dari kepedihan masa lalu, dan kepedulian masa esok “

Demikian artikel tentang sajak rindu yang ekslusif dari dan atau untuk pembaca PesulapKata. Semoga kalian suka dengan artikel ini.

Berita sebelumyaHujan Oktober
Berita berikutnyaSajak dan Hujan

Sajak Serupa