Ciumanmu

Berikut ini adalah kumpulan sajak-sajak pendek bertema erotis yang akan mencuci otak kalian agar tetap fresh. Sajak erotis yang di rangkum oleh pesulapkata.com adalah sajak pendek terbaik sepanjang zaman mulai dari jaman Jahiliyah, sampai jaman NOW!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!1

Ciumanmu Sajak erotis

“Pagi beranjak
embun jatuh berguguran.
ada sepasang hati yang resah
karena ciuman kita yang basah”.
– Deyde PK

“Lima empat tiga
Hujan turun perlahan
Jari-jariku semakin liar
Sementara istana kita yang tak karuan”
– Dayde Pk

“Bila hadirmu tak lagi menggenapkan
dan pergimu tak lagi mengganjilkan
lalu untuk apa kau hidup”
– Faizul


“Adakah aksara yang mampu mewakili setiap jejak sajak liar di ujung sana yang tertawa geli?
Menatap sang penulis yang terus menahan tangis dengan terpaksa memasang wajah bengis,
padahal hatinya teriris”
– Ery Caesaria

“Apa kabar wanitaku yang jalang! Disini aku menunggumu; rindu akan ciumanmu yang liar” – AR srw

“Ada sajak liar yg ingin kubacakan Tentang yg tak pernah terungkapkan Kepadamu, yg kini berubah jadi semu”
– Dimas Kurniawan

“Jika semesta tidak merestui kita untuk bersatu, setidaknya aku masih berterima kasih kepada semesta. karena sang semesta dapat mempertemukan kita meskipun tidak mempersatukan kita”
– Alfians

“dunia bangka dengan segala hiruk pikuknya.
melacur diri dalih mencari jati diri berakhir tak tahu diri,
tak tahu apa yang dicari”
– Rofiq Nas

“Kita tak pernah merencanakan sebuah pertemuan, apalagi merencanakan sebuah perkenalan, Waktu yang menyuruh kita untuk bertemu di satu titik yang sama.
Aku harap menetap saja, jadi ruang untuk aku melepas rindu”
– Rendiansyah

“Kau, rimba hutan yang liar,
lepas seperti burung-burung yang tak punya arah pulang.
Aku, kata-kata yang terperangkap,
risak di dalam sajak yang getas dan takut,
mengais rima di jalan yang terus berkabut”
– Andira Murwani

“Aku hanya hewan liar yang berkeliaran saat malam.
Mencari sisa rindu di tumpukan sajak basimu.
Aku lapar akan cinta, sebab hatiku kosong begitu banyak celah”
– Arcak Wicak

“Maukah kau bertanggung jawab atas sajak liar di Kepalaku karena hingga kini sajak itu belum bertuan, sampai kau beri pengakuan”
Hotmian Sumehar

“Akhirnya kita sama-sama menjadi bajingan.
Kau datang bawa janji, aku datang bawa harap.
Kau pergi membuang harap, aku pergi termakan janji.
Tapi enaknya, kita pernah basah di musim semi’
– Frishaa Ar

“Senja perlu cakrawala untuk terlihat indah
Pelangi perlu warna untuk terlihat indah
Politisi perlu rakyat untuk mendapatkan takhta
Sedangkan aku perlu kamu untuk menjadi kita
Yang kemudian nerada dalam satu kamar berdinding kaca”
– Tunas Abd Rahman

Demikian artikel tentang sajak erotis dari PesulapKata; Blog sajak pendek dan puisi yang selalu ada untuk kamu. Jika kalian suka dengamn artikel ini silahkan bantu share dan tinggalkan komentar pada kolom yang teklah disediakan dibawah ini ya.

Berita sebelumyaPelukanmu
Berita berikutnyaSelamat Tinggal Cinta

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here