Berikut ini adalah kumpulan sajak-sajak pendek tentang malam dari PesulapKata.com. Sajak Pendek berjudul bulan ini cocok buat kamu yang lagi galau saat ingat mantan| Sajak Malam

Bulan….. Sajak Malam


“Di sini, di debar dadaku. Percakapan sunyi kita . memang harus kita sudahi . Bukan telah memangilku pulang”
— Ar Pk


“Aku benci pada malam. Pada suasananya pun kenangannya. Dan sekali lagi aku berusaha melupakanmu. Hanyalah harapan yang sia-sia”— Deyde Pk


“Aku pernah mengabaikan jarak lalu melipat rinduku, Tidak pada sepanjang ingatan;  malam-malam serasa gerhana, Sunyi melahirkan sajak-sajak yang sakit, Bulan terluka”— Gara

“Jangan dipaksa, Cinta tak pernah memaksa. Ikat saja dengan doa, Bukan lagi dengan kata mesra yang berhias bunga.  Kali ini kamu harus lebih dewasa.” — Inisial N

“Krena malam adalah sejujur-jujurnya hati mengurai rindu. sejujur-jujurnya percakapan mengenai hati. dan sejujur-jujurnya hati mengenai rasa” — Es Teh Manis


“Tak usah khawatir. Malam itu aku telah menelanjangimu. Nafas mengerang, Duniaiapun terasa padam”— Ar Pk

“Kamu adalah sekumpulan ingatan masa lalu: Menjelma sebagai Kopi hangat dimalam bisu. Tiap tegukan, mengundang keperihan. Tiap lamunan, hadirkan kamu dalam ingatan.   Ah… sungguh, kapan kamu akan segera luluh dari pikiran?” — Arif Aumar

“Mungkin Tuhan tersenyum, pun terbahak.. Setiapkali kusebut namamu dalam doa; memintakan takdir yang tak pernah Ia tuliskan” — Sheila

“Malam itu, Otak menolak, namun hati tetap bergejolak. Memang cinta kadang serumit itu” — Ar Aprilia

“Aku, kembang api yang kau nyalakan di malam tahun baru. Terbang, lalu menghilang, dan kau riang”  — ZZA

“Aku menyulam sendu dalam malam penuh jemu. Ada rindu terkulai lesu dibawah kaki kursiku. Tak tersentuh aku tetap menyulam sendu. Dalam malam penuh jemu” — Sheila

“Tetaplah menjadi kenangan. Cinta; biar masa laluku tidak merasa asing. Pada malam, aku selalu bersandar” — Sheila Ar

“Perihal mencintai dalam diam. Kau tanyakan saja pada Tuhan siapa yang selalu aku sebut dalam doaku; Doa sepertiga malam” — Apriliaa

“Kepada malam, ia terus bercerita. Tentang hatinya yang telah dicuri tanpa di kembalikan lagi. Iya, dia kehilangan, Tanpa tahu kapan akan kembali” — Es Teh Manis

“Malam kembali. Bulan menerangi. Bintang menemani. Semua kembali, Tapi hanya kau yang pergi” — Amhar

“Jangan hadir dalam mimpi di malamku. Karena kau nyata dalam relungku. Bukan sekedar hayal dalam tidurku” — Cindy

“Aku mencaci ribuan pecahan kaca yang menusuk. Bukan mencacimu. Yang jelas, melempar jatuh semua isi meja di malam itu” — Sundayfleur7

“Rindu itu semu. Perihal yang ditunggu, Tak kunjung temu” — Moe Jadid

“Semesta.. Rindu ini datang kembali mohon sampaikan lagi padanya melalui isyarat sunyi malam ini, Berharap agar terbalas. Tertanda penghirup nafas malam” — Ari Anje

“Di puncak malam cerlang matamu mengambang, Bulan masih sabit, Melukis senyum ketulusan” — Sang Pengembara

Demikian artikel kumpulan sajak pendek yang bertemakan malam. Jika kalian suka dengan sajak-sajak di atas, silahkan bantu share ya.

1 KOMENTAR

Tinggalkan komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here