Puisi

15 episodes
Aku tampak seperti pecundang dimatamu. Tapi bagaikan melaikat yang selalu menjagamu. Terima kasihmu adalah belati yang menikamku, memisahkan kecupan manis bibirmu yang aku. — ANS

Di Matamu Itukah Tenang Segala Luka

Di matamu itukah tenang segala luka? Saat menatapnya saja hatiku sudah di bawa jauh ke nirwana. Bagaimana mungkin aku bisa meninggalkanmu begitu saja, sementara kenyamanan bersemayam di dalamnya.

Jangan Ada Lagi

Sudahlah, tak usah di perpanjang lagi. Biarlah semua berlalu dengan sendu. Jangan ada lagi, walau hanya percikannya. Jangan menyesali apapun, cukup berangkat dari apa yang ada saja. Setelah itu jangan menyesali apa...

Sebuah Tanda Tanya (?)

PesulapKata - Sebuah Tanda Tanya (?). Mungkin kalian bingung kenapa judul sajak pendek kali ini harus menggunakan tanda yang sangat dibenci oleh kebanyakan orang, kenapa tidak tanda seru ataupun...

Hujan Bulan Januari

Pesulap Kata - Hujan memang selalu memberikan nuansa nyaman tersendiri bagi para penyair, karena selain dingin dan menenangkan, juga bisa menjadi imajinasi yang paling menegangkan. Hujan Bulan Januari adalah...

Terang Yang Kau Janjikan

Bangkit itu sulit, Melupa itu rumit. Terutama untuk sebuah rasa yang begitu pahit.Jadi tolong aku agar bisa lebih mudah bangkit dan melupa. - M.N Falah Mana...